Sehat itu mahal. Ya betul. Sehat adalah rezeki. Sehat adalah karunia. Sehat, tentu semua orang berharap kehidupannya selalu sehat, karena sudah barang tentu tak ada yang mau hidupnya dalam keadaan sakit.
Sakit sangatlah tidak enak, banyak hal yang tidak dapat kita lakukan ketika sakit. Jangankan untuk beraktivitas, sekedar untuk makan pun yang notabene sebagai kebutuhan pribadi, memerlukan bantuan orang lain. Ditambah lagi makanan yang enak dan lezat pun terasa pahit di tenggorokan. Jadi sangat pantaslah kalau tak ada yang menginginkan sakit. Jangankan menjadi seorang anggota DPR atau menteri, menjadi seorang presiden pun persyaratan utamanya adalah sehat jasmani dan rohani. Selain itu, syarat wajib untuk menjalankan ibadah ialah sehat. Sehat jasmani dan rohani.
Rasulullah bersabda yang diriwayatkan Imam Hakim dalam kitab Al-Mustadrak. bahwa kita harus mengingat, dalam artian mempergunakan yang lima perkara sebelum datang yang lima perkaranya lagi: 1) Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu. 2) Pergunakan masa luangmu sebelum masa sempitmu. 3) Pergunakan masa sehatmu sebelum masa sakitmu. 4) Pergunakan masa kayamu sebelum masa miskinmu. 5) Pergunakan masa hidupmu sebelum datang matimu. Lima hal tersebut merupakan inti visi dan misi hidup manusia, karena kunci kesuksesan itu terletak pada bagaimana kita mempergunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya.
Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dalam jiwa yang kuat terdapat pemikiran yang jernih. Dalam pemikiran yang jernih terdapat tindakan-tindakan positif. Dengan tindakan yang positif akan membuat diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, masyarakat kita lebih maju. Sebagai pelajar, pasti kita telah mengetahui slogan tersebut, bahkan mengetahui maksudnya. Alangkah baiknya sebagai pelajar mampu mengaplikasikan slogan tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta individu yang lebih maju.
Generasi yang maju ialah generasi yang sehat. Baik itu sehat jasmani maupun rohani. Sehat dapat kita peroleh dimulai dari diri sendiri. Terutama sebagai pelajar yang notabene hampir setiap hari waktunya dihabiskan di sekolah. Selalu aktif dan super sibuk membuat para pelajar harus bergerak cepat dan cenderung terburu-buru. Karena serba terburu-buru, banyak yang sering lupa makan teratur terutama sarapan. Alasannya tidak sempat. Padahal, sarapan itu penting. Bagi pelajar muda yang aktif, tubuh yang bugar merupakan syarat mutlak untuk berkompetisi di era globalisasi. Dengan tubuh yang bugar, kita dapat melakukan berbagai kegiatan, baik tugas yang diberikan Bapak/Ibu Guru, aktivitas di rumah, atau bersosialisasi, bahkan kegiatan rekreasi dan olah raga, tanpa meraskan lelah yang berarti.
Orang tua dengan ikhlas bangun pagi-pagi hanya untuk membuatkan anaknya sarapan dengan tujuan agar anak mereka dapat berpikir dan menyerap pelajaran. Tetapi tidak sedikit anak mereka tidak makan bahkan menghabiskan sarapan mereka dengan alasan takut terlambat. Ya, para pelajar sudah menjadi robot. Mereka setiap hari harus menanggung beban mata pelajaran, menghafal rumus, membuat tugas, les, ikut pelatihan, ikut bimbingan belajar untuk Ujian Nasional, untuk masuk perguruan tinggi. Semua itu dilakukan demi masa depan yang gemilang. Mereka kehilangan waktu bermain, belajar dari pagi sampai sore. Ketika sampai ke rumah harus belajar lagi esoknya dan kadang tidak bisa pernah menikmati tidur nyenyak.
Orang tua pastinya mengkhawatirkan makanan dan minuman apa saja yang mereka nikmati saat di sekolah. Kita pasti mengetahui bahwa tidak semua jajanan itu aman dan sehat. Banyak jajan yang mengandung berbagai zat kimia dan bakteri berbahaya, disengaja atau pun tidak disengaja yang tidak layak dikonsumsi oleh pelajar. Jajanan berbahaya tersebut dapat dikenali. Di antaranya adalah sebagai berikut. 1)Jajanan berwarna mencolok. 2)Jajanan yang terlalu gurih. 3)Jajanan yang mengandung pengawet berbahaya. 4)Jajanan yang dijual di pinggir jalan raya. 5)Jajanan yang tidak bersih. 6)Jajanan kadaluarsa. 7)Junk food yang menggoda. Itu semua mengandung bahan kimia yang tidak selayaknya dikonsumsi sehingga dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit berbahaya yang dapat mengganggu pertumbuhan pelajar hingga kematian.
Nah bagaimana kondisi generasi penerus Indonesia jika disajikan makanan dan minuman yang berkualitas buruk bagi masa depannya? Terlebih jika dikonsumsi saat belum sarapan. Sebelum terlambat marilah kita mulai dari diri sendiri untuk menahan nafsu membeli makanan dan minuman yang berpengawet dan dari makanan serta minuman berwarna yang dapat menggoda iman untuk membelinya serta mengalihkan pandangan dari si cantik junk food (makanan cepat saji)! Tidak mudah memang untuk menahan, tapi kita pasti mampu untuk melakukan itu.
Banyak cara yang dapat kita lakukan agar kita dapat terhindar dari konsumsi makanan yang tidak sehat. Salah satunya dengan pola makan sehat dan berkualitas. Kita, para pelajar, bisa memulainya dari diri sendiri.
Pertama, pelajar jangan tinggalkan sarapan. Sarapan pagi adalah salah satu rahasia untuk menjaga kesehatan. Terlebih lagi pelajar yang membutuhkan energi untuk berpikir. Sarapan tidak perlu dengan porsi yang banyak. Dengan makan sebutir telur yang digoreng atau direbus dan segelas susu, kita sudah mendapatkan energi.
Kedua, pelajar diwajibkan makan dengan jumlah makan sehari harus cukup untuk kebutuhan tubuh. Apabila pelajar mengonsumsi makanan dengan pasokan energi yang kurang maka aktivitas di sekolah maupun di luar sekolah terganggu.
Ketiga, dengan membawa bekal dari rumah yang kebersihannya terjamin. Kalau tidak, mintalah ibu untuk membelikan jajanan sehat untuk dibawa sebagai bekal. Hal tersebut lebih mulia dibandingkan dengan mengonsumsi makanan yang tidak tahu bahan yang digunakan dan cara pembuatannya.
Keempat, pelajar harus mampu menghindari makanan dan minuman yang berwarna cerah, jauhkan jajan sembarangan, dan hindari makanan dan minuman yang berpengawet. Dengan melakukan hal tersebut penyakit berbahaya tidak akan menghampiri kita. Pedagang mengetahui bahkan pura-pura tidak mengetahui dampak dari bahan yang digunakan sebagai pencampur makanan. Mereka hanyalah ingin mendapatkan keuntungan yang setinggi-tingginya dengan modal serendah-rendahnya.
Kelima cukup minum, hindari alkohol, batasi gula dan garam, serta mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan dan minum. Tubuh kita 70% terdiri dari air. Maka dari itu, air sangat berperan aktif terutama untuk memasok nutrisi ke otak dibantu dengan air. Lebih baik minum air putih daripada minum teh, kopi, minuman bersoda bahkan alkohol.
Keenam, hindari rokok dan jauhkan narkoba. Sekali pun menyentuh narkoba masa depan melayang.
Ketujuh dan yang terpenting, jangan lupa berdoa kepada Tuhan sebelum dan sesudah makan. Hal itu akan menenangkan diri kita dan senantiasa percaya diri serta terhindar dari penyakit. Insya Allah kita tidak hanya mendapatkan rasa kenyang dan tubuh yang sehat, bahkan otak yang jernih untuk berfikir.
Partisipasi yang dapat dilakukan siswa antara lain misalnya dengan mengadakan program berikut:
1. Empat sehat lima sempurna, acara makan bersama dengan gizi yang telah diketahui oleh ahlinya.
2. Festival memasak, untuk mengajarkan pelajar berkreasi membuat makanan yang sehat.
3. Ikut penyuluhan makanan, agar pelajar dapat membedakan makanan sehat dan tidak sehat.
4. Ikut serta dalam penyuluhan yang diadakan oleh pemerintah, misalnya seputar narkoba, dan minuman beralkohol dan peredarannya. Setelah ikut penyuluhan, pelajar diharapkan mampu menyebarkannya lagi kepada teman-temannya dan bahkan ke sekolah-sekolah lain.
5. Berolahraga bersama. Untuk menghindari kegemukan dianjurkan berolah raga atau fitnes minimal 1x seminggu. Pendidikan jasmani tersebut dapat membantu kita berpikir kreatif dan menciptakan kemandirian.
6. Melaksanakan jumsih agar mencipatakan lingkungan yang bersih, sangat dibutuhkan untuk kelangsungan berjalannya kesehatan. Terutama di kalangan pelajar.
Maka jika para pelajar dapat memilah-milah makanan dan minuman yang layak dikonsumsi serta dapat menciptakan lingkungan yang bersih tidak diragukan lagi akan tercipta Generasi Masa Depan yang Gemilang.

0 komentar:
Posting Komentar